Tujuan
SOP ini bertujuan untuk memastikan seluruh peralatan ukur dan operasional di perusahaan telah melalui proses sertifikasi dan kalibrasi secara berkala sesuai standar yang berlaku, sehingga menghasilkan data yang akurat, meningkatkan kualitas produk atau layanan, serta memenuhi persyaratan regulasi nasional dan internasional. Selain itu, SOP ini juga bertujuan untuk meminimalkan risiko kesalahan pengukuran yang dapat berdampak pada mutu, keselamatan kerja, serta kepuasan pelanggan.
Ruang Lingkup
SOP ini berlaku untuk seluruh unit kerja di perusahaan yang menggunakan peralatan ukur, instrumen laboratorium, alat produksi, maupun perangkat teknis lainnya yang memerlukan kalibrasi dan/atau sertifikasi. Ruang lingkup mencakup identifikasi alat, penjadwalan kalibrasi, pelaksanaan kalibrasi internal atau eksternal, pencatatan hasil, serta pengendalian terhadap peralatan yang tidak memenuhi standar. SOP ini juga berlaku untuk pihak ketiga yang ditunjuk sebagai penyedia jasa kalibrasi.
Definisi
| Istilah | Definisi |
|---|---|
| Kalibrasi | Proses verifikasi dan penyesuaian alat ukur dengan membandingkan terhadap standar ukur yang tertelusur untuk memastikan keakuratan hasil pengukuran. |
| Sertifikasi Peralatan | Proses pemberian pengakuan resmi bahwa suatu peralatan telah memenuhi standar teknis dan keselamatan tertentu oleh lembaga berwenang. |
| Alat Ukur | Peralatan yang digunakan untuk mengukur parameter tertentu seperti panjang, massa, suhu, tekanan, atau variabel lainnya. |
| Label Kalibrasi | Penanda pada peralatan yang menunjukkan status kalibrasi, tanggal kalibrasi terakhir, dan tanggal jatuh tempo kalibrasi berikutnya. |
| Laboratorium Terakreditasi | Lembaga pengujian atau kalibrasi yang telah memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). |
Tanggung Jawab
| Pihak | Tanggung Jawab |
|---|---|
| Manajer Quality Control (QC) | Mengawasi keseluruhan proses sertifikasi dan kalibrasi, memastikan kepatuhan terhadap standar mutu, serta menyetujui hasil kalibrasi. |
| Tim Teknis/Engineering | Melakukan identifikasi peralatan, koordinasi kalibrasi, serta memastikan kondisi alat siap untuk dikalibrasi. |
| Petugas Kalibrasi/Internal Auditor | Melakukan pengecekan hasil kalibrasi, verifikasi dokumen, dan audit berkala terhadap sistem kalibrasi. |
| Vendor/Laboratorium Eksternal | Melaksanakan kalibrasi sesuai standar yang berlaku dan menyediakan sertifikat resmi hasil kalibrasi. |
| Pengguna Alat | Menggunakan alat sesuai prosedur dan melaporkan apabila terdapat indikasi ketidaksesuaian atau kerusakan. |
Prosedur
Tahap 1: Identifikasi dan Inventarisasi Peralatan
Tahap awal untuk mendata seluruh peralatan yang memerlukan sertifikasi dan kalibrasi agar dapat dikendalikan secara sistematis.
- Melakukan pendataan seluruh peralatan yang digunakan dalam operasional perusahaan.
- Mengelompokkan peralatan berdasarkan jenis, fungsi, dan tingkat kritikalitas terhadap mutu.
- Memberikan kode identifikasi unik pada setiap peralatan untuk memudahkan pelacakan.
Penanggung Jawab: Tim Teknis/Engineering
Dokumen: Daftar Inventaris Peralatan, Form Identifikasi Alat, Label Kode Peralatan
Tahap 2: Penentuan Jadwal Kalibrasi
Menentukan periode kalibrasi setiap peralatan berdasarkan standar, frekuensi penggunaan, dan rekomendasi pabrikan.
- Menetapkan interval kalibrasi berdasarkan jenis alat dan tingkat penggunaannya.
- Menyusun jadwal kalibrasi tahunan yang terdokumentasi.
- Menginput jadwal ke dalam sistem pengingat atau software manajemen aset.
Penanggung Jawab: Manajer QC
Dokumen: Jadwal Kalibrasi Tahunan, Daftar Peralatan Terjadwal, Sistem Pengingat Kalibrasi
Tahap 3: Pelaksanaan Kalibrasi
Melaksanakan proses kalibrasi baik secara internal maupun melalui laboratorium eksternal yang terakreditasi.
- Menyiapkan peralatan dalam kondisi bersih dan siap untuk dikalibrasi.
- Mengirimkan alat ke laboratorium eksternal terakreditasi KAN atau melakukan kalibrasi internal sesuai kompetensi.
- Mendokumentasikan seluruh proses kalibrasi dan memastikan metode yang digunakan sesuai standar.
Penanggung Jawab: Tim Teknis dan Vendor Kalibrasi
Dokumen: Form Permintaan Kalibrasi, Berita Acara Pengiriman Alat, Sertifikat Kalibrasi
Tahap 4: Evaluasi dan Validasi Hasil Kalibrasi
Menilai hasil kalibrasi untuk memastikan alat memenuhi standar akurasi yang ditetapkan.
- Memeriksa sertifikat kalibrasi dan membandingkan hasil dengan toleransi yang ditentukan.
- Menentukan status alat (layak pakai, perlu penyesuaian, atau tidak layak).
- Melakukan tindakan korektif jika ditemukan ketidaksesuaian.
Penanggung Jawab: Manajer QC
Dokumen: Laporan Evaluasi Kalibrasi, Sertifikat Kalibrasi, Form Tindakan Korektif
Tahap 5: Pelabelan dan Pengendalian Peralatan
Memberikan label status kalibrasi dan memastikan hanya alat yang valid digunakan dalam operasional.
- Menempelkan label kalibrasi pada alat yang telah dinyatakan layak.
- Menarik dan mengisolasi alat yang tidak memenuhi standar.
- Memperbarui status alat dalam sistem inventaris perusahaan.
Penanggung Jawab: Tim QC dan Pengguna Alat
Dokumen: Label Kalibrasi, Log Status Peralatan, Form Penarikan Alat
Tahap 6: Pencatatan dan Dokumentasi
Mengelola seluruh dokumen terkait kalibrasi untuk keperluan audit dan pelacakan historis.
- Menyimpan sertifikat kalibrasi secara fisik maupun digital.
- Memastikan dokumen mudah diakses untuk keperluan audit internal dan eksternal.
- Melakukan backup data secara berkala untuk menghindari kehilangan informasi.
Penanggung Jawab: Admin QC
Dokumen: Arsip Sertifikat Kalibrasi, Database Kalibrasi, Log Audit
Dokumen Terkait
- Form Inventaris Peralatan
- Jadwal Kalibrasi Tahunan
- Sertifikat Kalibrasi dari Laboratorium Terakreditasi
- Form Tindakan Korektif dan Preventif (CAPA)
- Log Penggunaan dan Status Peralatan
Referensi
- SNI ISO/IEC 17025:2017 tentang Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi
- Peraturan Menteri Perdagangan RI tentang Metrologi Legal
- Undang-Undang No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal
- ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu
- Pedoman Komite Akreditasi Nasional (KAN)
Bagikan SOP ini: