GajiHubSOP
Quality Control

SOP Penanganan Produk Reject dan Rework

Panduan standar untuk mengidentifikasi, menangani, dan memproses produk reject serta rework guna menjaga kualitas dan efisiensi operasional.

Diperbarui 20 Apr 20260 download1 views

Tujuan

SOP ini disusun untuk memberikan panduan yang sistematis dan terstandarisasi dalam menangani produk reject (cacat) dan produk yang memerlukan proses rework di lingkungan perusahaan. Tujuan utama dari SOP ini adalah untuk memastikan bahwa setiap produk yang tidak memenuhi standar kualitas dapat diidentifikasi, dipisahkan, dianalisis penyebabnya, serta ditindaklanjuti dengan tepat guna meminimalkan kerugian dan menjaga kepuasan pelanggan. Selain itu, SOP ini juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi pemborosan, serta mendukung penerapan sistem manajemen mutu yang berkelanjutan.

Ruang Lingkup

SOP ini berlaku untuk seluruh aktivitas yang berkaitan dengan pengendalian kualitas produk di semua lini produksi perusahaan, mulai dari tahap inspeksi, identifikasi produk reject, penanganan produk rework, hingga pelaporan dan evaluasi. SOP ini mencakup seluruh departemen yang terlibat, termasuk Quality Control (QC), Produksi, Gudang, serta Manajemen. SOP ini juga berlaku untuk semua jenis produk yang dihasilkan perusahaan, baik barang jadi maupun setengah jadi, serta mencakup kondisi reject yang ditemukan pada tahap produksi, penyimpanan, maupun sebelum pengiriman kepada pelanggan.

Definisi

IstilahDefinisi
Produk RejectProduk yang tidak memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan dan tidak dapat digunakan atau dijual tanpa perbaikan.
Produk ReworkProduk yang tidak memenuhi standar kualitas namun masih dapat diperbaiki melalui proses tertentu agar sesuai dengan spesifikasi.
Quality Control (QC)Fungsi dalam perusahaan yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa produk memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
Non-Conformance Report (NCR)Dokumen yang digunakan untuk mencatat dan melaporkan ketidaksesuaian produk terhadap standar yang berlaku.
Root Cause AnalysisMetode analisis untuk mengidentifikasi penyebab utama terjadinya suatu masalah atau cacat produk.

Tanggung Jawab

PihakTanggung Jawab
Tim Quality Control (QC)Melakukan inspeksi produk, mengidentifikasi produk reject, membuat laporan ketidaksesuaian, serta memverifikasi hasil rework.
Departemen ProduksiMelaksanakan proses rework sesuai instruksi, memperbaiki produk, serta mencegah terulangnya kesalahan produksi.
Supervisor ProduksiMengawasi pelaksanaan rework, memastikan prosedur dijalankan dengan benar, serta melakukan koordinasi dengan QC.
Manajer OperasionalMenyetujui tindakan terhadap produk reject, termasuk keputusan scrap, rework, atau penggunaan terbatas.
GudangMenyimpan dan mengelola produk reject dan rework secara terpisah untuk mencegah tercampur dengan produk layak jual.

Prosedur

Tahap 1: Identifikasi Produk Reject

Tahap awal dalam penanganan produk yang tidak sesuai standar adalah melakukan identifikasi secara akurat terhadap produk yang mengalami cacat atau ketidaksesuaian.

  1. Tim QC melakukan inspeksi produk pada setiap tahap produksi sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
  2. Produk yang ditemukan tidak sesuai diberi label khusus sebagai 'REJECT' untuk menghindari penggunaan lebih lanjut.
  3. Mencatat detail ketidaksesuaian dalam formulir inspeksi atau sistem yang telah ditetapkan.

Penanggung Jawab: Tim Quality Control (QC)

Dokumen: Formulir Inspeksi Kualitas, Checklist QC, Label Produk Reject

Tahap 2: Isolasi dan Pemisahan Produk

Produk yang telah diidentifikasi sebagai reject harus segera dipisahkan untuk mencegah tercampur dengan produk yang memenuhi standar.

  1. Memindahkan produk reject ke area khusus yang telah ditentukan (area karantina).
  2. Memberikan penandaan fisik yang jelas pada area penyimpanan produk reject.
  3. Mencatat jumlah dan jenis produk yang dipindahkan ke dalam log penyimpanan.

Penanggung Jawab: Tim Gudang dan QC

Dokumen: Log Penyimpanan Produk Reject, Form Pemindahan Barang, Label Area Karantina

Tahap 3: Analisis Penyebab dan Penentuan Tindakan

Dilakukan analisis untuk mengetahui akar penyebab terjadinya produk reject serta menentukan tindakan yang tepat.

  1. Melakukan analisis akar penyebab menggunakan metode seperti Fishbone Diagram atau 5 Why Analysis.
  2. Menentukan apakah produk dapat dirework, harus di-scrap, atau dapat digunakan dengan pengecualian tertentu.
  3. Mendokumentasikan hasil analisis dalam laporan NCR dan mendapatkan persetujuan dari manajemen.

Penanggung Jawab: QC dan Manajer Operasional

Dokumen: Non-Conformance Report (NCR), Form Analisis Penyebab, Laporan Evaluasi Kualitas

Tahap 4: Pelaksanaan Rework

Jika produk masih dapat diperbaiki, maka dilakukan proses rework sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

  1. Menyusun instruksi kerja rework yang jelas dan terdokumentasi.
  2. Melaksanakan proses perbaikan oleh tim produksi sesuai instruksi.
  3. Melakukan inspeksi ulang oleh QC setelah proses rework selesai.

Penanggung Jawab: Departemen Produksi dan QC

Dokumen: Instruksi Kerja Rework, Form Hasil Rework, Checklist Inspeksi Ulang

Tahap 5: Pelaporan dan Evaluasi

Seluruh proses penanganan produk reject dan rework harus didokumentasikan dan dievaluasi untuk perbaikan berkelanjutan.

  1. Menyusun laporan periodik terkait jumlah dan jenis produk reject serta rework.
  2. Melakukan evaluasi tren untuk mengidentifikasi pola masalah yang berulang.
  3. Mengimplementasikan tindakan perbaikan dan pencegahan berdasarkan hasil evaluasi.

Penanggung Jawab: QC dan Manajemen

Dokumen: Laporan Bulanan QC, Dashboard Kualitas, Form Tindakan Korektif dan Preventif (CAPA)

Dokumen Terkait

  • Formulir Inspeksi Kualitas
  • Non-Conformance Report (NCR)
  • Instruksi Kerja Rework
  • Form Tindakan Korektif dan Preventif (CAPA)
  • Log Penyimpanan Produk Reject

Referensi

  • ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu
  • Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia tentang Standar Industri
  • SNI (Standar Nasional Indonesia) terkait produk
  • Pedoman Good Manufacturing Practice (GMP)
  • Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Bagikan SOP ini:

💡

Sudah punya SOP Quality Control?

Otomatisasi proses quality control Anda dengan fitur lengkap GajiHub. Kelola payroll, absensi, rekrutmen, dan data karyawan dalam satu platform.

Pelajari GajiHub