GajiHubSOP
K3 (Keselamatan)

SOP Penggunaan Alat Pelindung Diri APD

Panduan standar penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk memastikan keselamatan kerja sesuai regulasi K3 di Indonesia.

Diperbarui 20 Apr 20260 download3 views

Tujuan

SOP ini disusun untuk memastikan bahwa seluruh karyawan dan pihak terkait menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara benar, konsisten, dan sesuai dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang berlaku di Indonesia. Tujuan utama dari SOP ini adalah untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja, melindungi pekerja dari potensi bahaya di lingkungan kerja, serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan adanya SOP ini, perusahaan diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, serta mengurangi potensi kerugian akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.

Ruang Lingkup

SOP ini berlaku untuk seluruh karyawan tetap, karyawan kontrak, tenaga kerja harian, tamu, serta pihak ketiga yang bekerja atau berkunjung di area operasional perusahaan yang memiliki potensi bahaya. Ruang lingkup SOP mencakup identifikasi kebutuhan APD, pemilihan jenis APD yang sesuai, penggunaan APD secara benar, perawatan dan penyimpanan APD, hingga pengawasan dan evaluasi penggunaan APD. SOP ini juga berlaku untuk semua area kerja, termasuk area produksi, gudang, laboratorium, proyek lapangan, serta area lain yang berisiko terhadap keselamatan kerja.

Definisi

IstilahDefinisi
Alat Pelindung Diri (APD)Peralatan yang digunakan oleh pekerja untuk melindungi diri dari potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.
K3Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yaitu upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi pekerja.
Bahaya KerjaSegala sesuatu yang berpotensi menyebabkan cedera, kerusakan, atau gangguan kesehatan pada pekerja.
Pengguna APDSetiap individu yang diwajibkan menggunakan APD sesuai dengan jenis pekerjaan dan risiko yang dihadapi.
Inspeksi APDProses pemeriksaan kondisi APD untuk memastikan kelayakan dan fungsinya sebelum digunakan.

Tanggung Jawab

PihakTanggung Jawab
Manajemen PerusahaanMenetapkan kebijakan penggunaan APD, menyediakan APD sesuai standar, serta memastikan implementasi SOP berjalan dengan baik.
Tim K3Melakukan identifikasi risiko, menentukan jenis APD yang sesuai, memberikan pelatihan, serta melakukan pengawasan dan evaluasi penggunaan APD.
Supervisor/Atasan LangsungMemastikan pekerja menggunakan APD sesuai ketentuan dan memberikan teguran atau tindakan jika terjadi pelanggaran.
Karyawan/PekerjaMenggunakan APD sesuai prosedur, menjaga kondisi APD, serta melaporkan jika APD rusak atau tidak layak pakai.

Prosedur

Tahap 1: Identifikasi Kebutuhan APD

Tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya di lingkungan kerja dan menentukan jenis APD yang sesuai untuk masing-masing aktivitas kerja.

  1. Melakukan analisis risiko kerja di setiap area operasional untuk mengidentifikasi potensi bahaya.
  2. Menentukan jenis APD yang sesuai berdasarkan hasil analisis risiko dan standar K3.
  3. Mendokumentasikan kebutuhan APD dalam daftar kebutuhan APD per unit kerja.

Penanggung Jawab: Tim K3

Dokumen: Form Analisis Risiko K3, Daftar Kebutuhan APD

Tahap 2: Pengadaan dan Distribusi APD

Tahap ini memastikan bahwa APD yang diperlukan tersedia dalam jumlah yang cukup dan didistribusikan kepada pekerja yang membutuhkan.

  1. Melakukan pengadaan APD sesuai spesifikasi dan standar nasional (SNI) atau internasional.
  2. Melakukan pemeriksaan kualitas APD sebelum didistribusikan kepada pekerja.
  3. Mendistribusikan APD kepada pekerja sesuai kebutuhan dan mencatat dalam log distribusi.

Penanggung Jawab: Bagian Pengadaan dan Tim K3

Dokumen: Form Permintaan APD, Log Distribusi APD, Checklist Pemeriksaan APD

Tahap 3: Penggunaan APD

Tahap ini mengatur tata cara penggunaan APD oleh pekerja agar sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku.

  1. Menggunakan APD sebelum memasuki area kerja yang berisiko sesuai dengan jenis pekerjaan.
  2. Memastikan APD digunakan dengan benar dan sesuai petunjuk penggunaan.
  3. Tidak melepas atau memodifikasi APD selama bekerja tanpa izin atau alasan yang sah.

Penanggung Jawab: Karyawan dan Supervisor

Dokumen: Panduan Penggunaan APD, Instruksi Kerja K3

Tahap 4: Perawatan dan Penyimpanan APD

Tahap ini bertujuan untuk menjaga kondisi APD agar tetap layak digunakan dan memiliki masa pakai yang optimal.

  1. Membersihkan APD setelah digunakan sesuai dengan jenis dan material APD.
  2. Menyimpan APD di tempat yang bersih, kering, dan sesuai dengan standar penyimpanan.
  3. Melakukan inspeksi berkala terhadap kondisi APD dan mengganti jika ditemukan kerusakan.

Penanggung Jawab: Karyawan dan Tim K3

Dokumen: Checklist Perawatan APD, Log Inspeksi APD

Tahap 5: Pengawasan dan Evaluasi

Tahap ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap penggunaan APD serta melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap sistem yang ada.

  1. Melakukan inspeksi rutin di area kerja untuk memastikan penggunaan APD sesuai SOP.
  2. Mencatat dan melaporkan pelanggaran penggunaan APD serta memberikan tindakan korektif.
  3. Melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas penggunaan APD dan memperbarui SOP jika diperlukan.

Penanggung Jawab: Tim K3 dan Manajemen

Dokumen: Form Inspeksi K3, Laporan Pelanggaran APD, Laporan Evaluasi K3

Dokumen Terkait

  • Form Analisis Risiko K3
  • Log Distribusi APD
  • Checklist Inspeksi APD
  • Form Inspeksi K3
  • Laporan Evaluasi K3

Referensi

  • Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 8 Tahun 2010 tentang Alat Pelindung Diri
  • PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen K3
  • SNI terkait Alat Pelindung Diri
  • ISO 45001:2018 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Bagikan SOP ini:

💡

Sudah punya SOP K3 (Keselamatan)?

Otomatisasi proses k3 (keselamatan) Anda dengan fitur lengkap GajiHub. Kelola payroll, absensi, rekrutmen, dan data karyawan dalam satu platform.

Pelajari GajiHub