Tujuan
SOP ini disusun untuk memberikan panduan yang sistematis dan terstandarisasi dalam pelaksanaan kegiatan lifting dan rigging di lingkungan kerja perusahaan. Tujuan utama dari SOP ini adalah untuk memastikan seluruh aktivitas pengangkatan dan pemindahan beban dilakukan dengan aman, efisien, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Selain itu, SOP ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja, kerusakan alat, serta kerugian material akibat kesalahan dalam proses lifting dan rigging. Dengan adanya SOP ini, diharapkan seluruh personel yang terlibat memiliki pemahaman yang sama terkait prosedur kerja yang benar dan mampu menjalankan tugasnya dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi.
Ruang Lingkup
SOP ini berlaku untuk seluruh kegiatan lifting dan rigging yang dilakukan di area operasional perusahaan, termasuk namun tidak terbatas pada penggunaan crane, hoist, forklift, dan alat bantu angkat lainnya. Ruang lingkup mencakup seluruh tahapan pekerjaan mulai dari perencanaan, inspeksi peralatan, pelaksanaan pengangkatan, hingga evaluasi pasca kegiatan. SOP ini juga mencakup tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat, seperti operator alat berat, rigger, signalman, supervisor, dan tim K3. SOP ini berlaku untuk seluruh karyawan, kontraktor, maupun pihak ketiga yang melakukan aktivitas lifting dan rigging di lingkungan perusahaan.
Definisi
| Istilah | Definisi |
|---|---|
| Lifting | Kegiatan mengangkat, menurunkan, atau memindahkan beban menggunakan alat bantu angkat seperti crane, hoist, atau forklift. |
| Rigging | Proses pengikatan, penempatan, dan pengamanan beban sebelum dilakukan pengangkatan agar stabil dan aman. |
| Rigger | Personel yang bertugas menyiapkan dan memastikan pengikatan beban dilakukan dengan benar. |
| Signalman | Personel yang memberikan sinyal komunikasi kepada operator alat angkat selama proses lifting berlangsung. |
| SWL (Safe Working Load) | Batas maksimum beban yang aman untuk diangkat oleh suatu alat atau perlengkapan lifting. |
Tanggung Jawab
| Pihak | Tanggung Jawab |
|---|---|
| Manajemen | Menyediakan kebijakan, sumber daya, dan memastikan implementasi SOP lifting dan rigging berjalan sesuai standar K3. |
| Supervisor Lapangan | Mengawasi pelaksanaan kegiatan lifting dan rigging serta memastikan seluruh prosedur diikuti dengan benar. |
| Operator Alat | Mengoperasikan alat angkat sesuai dengan prosedur dan memastikan alat dalam kondisi layak pakai. |
| Rigger | Melakukan pengikatan beban dengan metode yang aman dan sesuai standar. |
| Tim K3 | Melakukan pengawasan, inspeksi, serta memberikan pelatihan terkait keselamatan lifting dan rigging. |
Prosedur
Tahap 1: Perencanaan Kegiatan Lifting
Tahap ini bertujuan untuk memastikan seluruh kegiatan lifting telah direncanakan dengan matang guna menghindari potensi bahaya.
- Melakukan identifikasi beban yang akan diangkat, termasuk berat, dimensi, dan pusat gravitasi.
- Menentukan metode lifting yang sesuai berdasarkan kondisi lapangan dan jenis alat yang tersedia.
- Menyusun lifting plan yang mencakup diagram pengangkatan, titik angkat, dan jalur pergerakan beban.
- Melakukan analisis risiko (HIRADC/JSA) terhadap kegiatan lifting yang akan dilakukan.
Penanggung Jawab: Supervisor Lapangan dan Tim K3
Dokumen: Lifting Plan, Form Analisis Risiko (JSA), Checklist Persiapan Lifting
Tahap 2: Pemeriksaan dan Persiapan Peralatan
Tahap ini memastikan seluruh peralatan lifting dan rigging dalam kondisi aman dan layak digunakan.
- Melakukan inspeksi visual terhadap crane, sling, shackle, dan alat bantu lainnya.
- Memastikan semua peralatan memiliki sertifikat kelayakan dan masih dalam masa berlaku.
- Memeriksa kapasitas alat (SWL) dan memastikan sesuai dengan beban yang akan diangkat.
- Mengganti atau menyingkirkan peralatan yang rusak atau tidak layak pakai.
Penanggung Jawab: Operator dan Tim K3
Dokumen: Checklist Inspeksi Alat, Sertifikat Kelayakan Alat, Log Book Peralatan
Tahap 3: Persiapan Area Kerja
Tahap ini bertujuan untuk memastikan area kerja aman dan bebas dari potensi bahaya selama kegiatan lifting berlangsung.
- Menentukan dan mengamankan area kerja dengan memasang rambu dan pembatas.
- Memastikan tidak ada personel yang tidak berkepentingan berada di area lifting.
- Memastikan kondisi tanah atau permukaan tempat alat berdiri stabil dan mampu menahan beban.
- Melakukan toolbox meeting untuk memberikan briefing kepada seluruh tim terkait prosedur dan risiko kerja.
Penanggung Jawab: Supervisor Lapangan
Dokumen: Form Toolbox Meeting, Peta Area Kerja, Checklist Pengamanan Area
Tahap 4: Pelaksanaan Lifting dan Rigging
Tahap ini merupakan inti kegiatan di mana pengangkatan dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
- Rigger melakukan pengikatan beban sesuai dengan metode yang telah direncanakan.
- Signalman memberikan instruksi kepada operator menggunakan sinyal standar yang disepakati.
- Operator mengangkat beban secara perlahan dan memastikan kestabilan selama proses berlangsung.
- Menghentikan operasi jika terjadi kondisi tidak aman atau adanya indikasi kegagalan peralatan.
Penanggung Jawab: Operator, Rigger, dan Signalman
Dokumen: Lifting Plan, Form Monitoring Lifting, Catatan Operasional Harian
Tahap 5: Pengawasan dan Pengendalian Risiko
Tahap ini bertujuan untuk memastikan kegiatan lifting tetap berada dalam kondisi aman melalui pengawasan aktif.
- Tim K3 melakukan pengawasan langsung selama kegiatan berlangsung.
- Mengidentifikasi potensi bahaya yang muncul secara real-time dan melakukan tindakan pencegahan.
- Memastikan seluruh personel menggunakan APD sesuai standar.
- Melakukan penghentian sementara jika ditemukan pelanggaran prosedur.
Penanggung Jawab: Tim K3
Dokumen: Form Observasi K3, Checklist APD, Laporan Insiden
Tahap 6: Evaluasi dan Pelaporan
Tahap ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dan melakukan perbaikan berkelanjutan.
- Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan lifting bersama seluruh tim terkait.
- Mencatat setiap kejadian, kendala, atau insiden yang terjadi selama kegiatan.
- Menyusun laporan kegiatan lifting sebagai dokumentasi resmi.
- Mengimplementasikan tindakan perbaikan untuk kegiatan lifting berikutnya.
Penanggung Jawab: Supervisor dan Tim K3
Dokumen: Laporan Kegiatan Lifting, Form Evaluasi, Laporan Insiden K3
Dokumen Terkait
- Lifting Plan
- Form Analisis Risiko (JSA/HIRADC)
- Checklist Inspeksi Peralatan Lifting
- Form Toolbox Meeting
- Laporan Kegiatan Lifting
- Sertifikat Kelayakan Alat Angkat
Referensi
- Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
- Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Angkut
- ISO 45001:2018 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
- Pedoman K3 Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
Bagikan SOP ini: