GajiHubSOP
IT & Sistem

SOP Pengelolaan Penyimpanan Rekaman CCTV

Pedoman standar untuk pengelolaan, penyimpanan, dan pengamanan rekaman CCTV agar sesuai regulasi dan menjaga integritas data perusahaan.

Diperbarui 14 Jun 20260 download6 views
Preview SOP Pengelolaan Penyimpanan Rekaman CCTV

Tujuan

SOP ini disusun untuk memberikan panduan yang jelas, sistematis, dan terstandarisasi dalam pengelolaan penyimpanan rekaman CCTV di lingkungan perusahaan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh rekaman CCTV disimpan dengan aman, terstruktur, mudah diakses oleh pihak berwenang, serta terlindungi dari kehilangan, kerusakan, atau penyalahgunaan. Selain itu, SOP ini juga bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, khususnya terkait perlindungan data pribadi dan keamanan informasi.

Ruang Lingkup

SOP ini berlaku untuk seluruh aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan penyimpanan rekaman CCTV di perusahaan, termasuk proses perekaman, penyimpanan, pengarsipan, pemeliharaan, hingga penghapusan data rekaman. Ruang lingkup mencakup seluruh perangkat CCTV, server penyimpanan, media backup, serta personel yang memiliki akses terhadap sistem CCTV. SOP ini juga berlaku bagi seluruh unit kerja yang menggunakan atau membutuhkan akses terhadap rekaman CCTV untuk kepentingan operasional, keamanan, maupun investigasi internal.

Definisi

IstilahDefinisi
CCTVClosed Circuit Television, yaitu sistem kamera pengawas yang digunakan untuk memantau aktivitas di area tertentu.
Rekaman CCTVData video hasil perekaman dari perangkat CCTV yang disimpan dalam media digital.
Server PenyimpananPerangkat keras atau sistem yang digunakan untuk menyimpan rekaman CCTV secara terpusat.
Retensi DataJangka waktu penyimpanan data sebelum dilakukan penghapusan atau pemusnahan.
Akses TerbatasHak akses yang hanya diberikan kepada personel tertentu yang berwenang.

Tanggung Jawab

PihakTanggung Jawab
Manajer ITBertanggung jawab atas pengelolaan sistem penyimpanan CCTV secara keseluruhan serta memastikan keamanan dan ketersediaan data.
Tim ITMelakukan instalasi, pemeliharaan, backup, dan pengelolaan teknis sistem penyimpanan CCTV.
Security SupervisorMengawasi penggunaan CCTV dan memastikan rekaman digunakan sesuai kebutuhan keamanan.
ManajemenMenetapkan kebijakan terkait retensi data dan akses terhadap rekaman CCTV.
Pengguna BerwenangMengakses rekaman CCTV sesuai izin dan menjaga kerahasiaan data.

Prosedur

Tahap 1: Pengaturan Sistem Penyimpanan

Tahap ini mencakup konfigurasi awal sistem penyimpanan untuk memastikan data CCTV tersimpan dengan aman dan terstruktur.

  1. Menentukan kapasitas penyimpanan sesuai kebutuhan operasional dan jumlah kamera CCTV.
  2. Mengatur server atau perangkat penyimpanan dengan sistem redundansi untuk menghindari kehilangan data.
  3. Mengkonfigurasi format penyimpanan dan kualitas rekaman sesuai standar perusahaan.

Penanggung Jawab: Tim IT

Dokumen: Dokumen Spesifikasi Sistem CCTV, Checklist Instalasi CCTV

Tahap 2: Pengelolaan Rekaman Harian

Proses pengelolaan rekaman yang dilakukan secara rutin setiap hari untuk memastikan rekaman tersimpan dengan baik.

  1. Memastikan seluruh kamera berfungsi dan merekam sesuai jadwal.
  2. Melakukan pengecekan kapasitas penyimpanan secara berkala.
  3. Mencatat log aktivitas sistem dan kejadian penting yang terekam.

Penanggung Jawab: Security Supervisor

Dokumen: Log Monitoring CCTV Harian, Form Laporan Insiden

Tahap 3: Pengamanan dan Akses Data

Menjamin bahwa hanya pihak yang berwenang yang dapat mengakses rekaman CCTV.

  1. Menetapkan hak akses berdasarkan peran dan tanggung jawab.
  2. Menggunakan sistem autentikasi seperti username dan password yang kuat.
  3. Mencatat setiap aktivitas akses dan pengunduhan rekaman.

Penanggung Jawab: Manajer IT

Dokumen: Daftar Hak Akses Pengguna, Log Akses Sistem

Tahap 4: Backup dan Retensi Data

Tahap ini memastikan data rekaman CCTV memiliki cadangan dan disimpan sesuai kebijakan retensi.

  1. Melakukan backup data secara berkala ke media penyimpanan eksternal atau cloud.
  2. Menentukan periode retensi data sesuai kebijakan perusahaan (misalnya 30-90 hari).
  3. Melakukan penghapusan otomatis atau manual terhadap data yang sudah melewati masa retensi.

Penanggung Jawab: Tim IT

Dokumen: Jadwal Backup Data, Kebijakan Retensi Data

Tahap 5: Pemeliharaan dan Audit Sistem

Melakukan pemeliharaan rutin dan audit untuk memastikan sistem berjalan optimal.

  1. Melakukan pengecekan perangkat keras dan perangkat lunak secara berkala.
  2. Melakukan audit akses dan penggunaan rekaman CCTV.
  3. Menyusun laporan hasil audit dan rekomendasi perbaikan.

Penanggung Jawab: Manajer IT

Dokumen: Checklist Pemeliharaan Sistem, Laporan Audit CCTV

Tahap 6: Penghapusan dan Pemusnahan Data

Tahap akhir dalam siklus pengelolaan data untuk memastikan data yang tidak diperlukan dihapus dengan aman.

  1. Mengidentifikasi data yang telah melewati masa retensi.
  2. Melakukan penghapusan data menggunakan metode yang aman.
  3. Mendokumentasikan proses penghapusan sebagai bukti kepatuhan.

Penanggung Jawab: Tim IT

Dokumen: Form Penghapusan Data, Log Pemusnahan Data

Dokumen Terkait

  • Kebijakan Keamanan Informasi Perusahaan
  • Kebijakan Perlindungan Data Pribadi
  • Manual Sistem CCTV
  • Prosedur Penanganan Insiden Keamanan

Referensi

  • Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi
  • Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) beserta perubahannya
  • Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik
  • ISO/IEC 27001 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi

Bagikan SOP ini:

💡

Sudah punya SOP IT & Sistem?

Otomatisasi proses it & sistem Anda dengan fitur lengkap GajiHub. Kelola payroll, absensi, rekrutmen, dan data karyawan dalam satu platform.

Pelajari GajiHub